Are you ready to take the plunge? If you have a single romantic bone in your body, you’re probably racking your brains out on how to propose in the most mind-blowing way. Unfortunately, what worked for someone else, probably won’t work you. This is especially true if your girlfriend has watched every wedding proposal video on YouTube. You can only hope she’s also watched The Wedding Proposal and Leap Year, so she’ll get an idea that asking your hand in marriage is just as cool too.
But because it’s a man’s job to propose (darn the person who made this rule), you’ll have to orchestrate “the wedding proposal to rule them all”. What’s a guy to do?
Surprise Her
Whatever you choose to do, make sure it takes her by surprise. Come up with something unexpected, but keep your plans close to your chest. If you need people to help you pull off the wedding proposal of the century, keep the number to a minimum.
Show Your Romantic Side
Have you been accused of being thoughtless because you forgot your anniversary or her birthday? Making the wedding proposal is the time to prove her otherwise. Get inspiration from your first date, recreate that momentous event and then pop the question.
Know the Best Time to Go Public
No matter how much you love each other, uncertainties could be lurking in your mind. Unless you’re absolutely sure that she’ll say yes, don’t propose in public. It’s also a bad idea to use the situation to force her to say yes, as you might regret it later.
Aim for Something Really Personal
By this, it means personal to her. Find out more about her loves, interests, and plan a wedding proposal accordingly. If she loves to perform in the theater, for example, ask her stage manager to allow you to propose after the curtain call.
Mix in a Touch of Traditional
Regardless of how simple a proposal is, going down on one knee will make it special in every sense of the word. So make sure you don’t forget to take a knee.
Maintain Eye Contact
Keep your eyes locked on to her. Glance just a bit to the left or right, and she’ll think you’re uncertain. Look back and she’ll think you’re waiting for someone to miraculously appear and spill your hidden identity. Look up and she’ll think you’re praying for the clouds to open up, and swallow you whole.
Get an Actual Ring
Sure, it’s romantic to propose the way The Count of Monte Cristo did. But if you have the resources to actually buy a ring, proposing with just a thread in hand might be viewed as an attempt to assuage her doubts about your commitment.
Don’t Lose the Ring
A ridiculous tip, no doubt. But a guy losing a ring has been known to happen. If it costs you your life’s savings, you might have to resort to being The Count. In this case, you’ll have to work out some magic, so she’ll overlook the lack of an actual ring.
Record the Proposal
With the effort you’ve invested in planning and executing the proposal, it’s only right to record a video of it. Your fiancée will love it, and you can show it off during the wedding reception.
Practice ‘til You Get It
Be the romantic guy that you really are, and compose a poem or think of something really heartwarming to say. To avoid stuttering or forgetting your lines during the big moment, practice until you get it.
Disappointed that the list doesn’t include ideas for a proposal? That’s because you have to come up with something uniquely your own, using the tips above as your guide.
Kamis, 13 November 2014
Kamis, 02 Oktober 2014
8 Fakta Menarik Bayi Baru Lahir
Inilah beberapa fakta menarik yang perlu diketahui orang tua seputar anaknya yang baru lahir
Bayi tampak agak "lucu"
Bentuk kepalanya mungkin sedikit tidak beraturan. Hal ini dikarenakan
perjalanannya melalui kanal kelahiran. Badannya dipenuhi rambut halus
yang disebut lanugo. Wajahnya sedikit bengkak dan matanya sering membuka
dan menutup. Gejala tersebut sangat normal karena dia baru saja
menghabiskan sembilan bulan di dalam rahim. Tapi tak lama kemudian, dia
akan menyerupai bayi cantik seperti yang Anda bayangkan.
Jangan berharap respons dari bayi seperti tersenyum atau berbisik sampai usia 6 minggu
Saat punya bayi Anda harus bayangkan sedang bekerja pada seorang bos
yang hanya bisa mengeluh. Untuk menghilangkan rasa kelelahan dan emosi
merawat bayi baru lahir, ingatlah ini: usaha Anda tidak akan sia-sia
merawat anak dengan penuh kasih sayang. Walaupun tidak tersenyum, si
bayi akan merasa terhibur dengan kehadiran ayah atau ibunya, dia akan
merasa terikat dan suka sekali dipegang orang tuanya.
Mandikan bayi jika tali pusarnya sudah lepas
Jika tali pusar tetap kering, akan lepas lebih cepat. Biasanya dalam
waktu dua minggu. Pastikan juga bayi jangan sampai kotor! Jika bagian
pusar berdarah sedikit ketika tali pusar lepas, tidak apa-apa.
Pendarahan ringan adalah normal. Bisa diobati dengan obat luka.
Dia akan memberitahu Anda jika sudah mendapatkan makanan yang cukup
Bayi perlu makan setiap dua sampai tiga jam. Tapi jika Anda menyusui,
sulit untuk mengetahui berapa banyak susu yang dia minum. Berat bayi
merupakan indikator terbaik di hari-hari awal. Bayi yang baru lahir
kehilangan 5 sampai 8 persen dari berat lahirnya dalam minggu pertama,
Berat yang hilang tersebut harus didapatkan kembali pada minggu kedua.
Banyaknya popok yang diganti setiap hari juga bisa dijadikan sebagai
alat ukur. Pada lima hari pertama jadwal ganti popok mereka
serampangan, tapi setelah itu, Anda mengganti setidaknya lima sampai
enam kali popok basah.
Kulit kering normal untuk bayi yang baru lahir
Awalnya, kulit bayi terasa lembut dan halus. Tapi itu semua akan
berubah. Jika Anda direndam dalam cairan selama sembilan bulan dan
kemudian terkena udara, Anda pasti akan kering. Anda tidak perlu
melakukan apa-apa terhadap kulit kering tersebut. Jika Anda ingin
terlihat lembab bisa gunakan lotion bayi yang bebas pewangi. Benjolan
kecil, warna merah muda, dan jerawat bayi dapat mengubah penampilan.
Jerawat bayi biasanya berlangsung selama beberapa bulan.
Anda tidak perlu berdiam di rumah
Jalani kehidupan normal, tetapi tetap menggunakan akal sehat Ketika
Anda pergi ke tempat umum. Jauhkan bayi dari matahari, hindari orang
sakit, dan ruang tertutup ramai (seperti mall). Ajarkan kakaknya untuk
menyentuh kaki bayi bukannya tangan dan wajahnya, Itu akan membantu
Mencegah penyebaran infeksi. Buatlah kebijakan jangan sentuh bayi tanpa
cuci tangan Anda.
Bayi banyak menangis--Itulah cara mereka berkomunikasi!
Ratapan menusuk mendadakan bahwa bahwa mereka lapar, dingin, popok
kotor, atau basah atau ingin dipeluk. Awal "percakapan" ini bisa membuat
orangtua frustasi. tapi yakinlah, Anda akan bisa mengatasinya. Yang
Anda butuhkan adalah waktu untuk mengerti semua arti tangisan bayi. Jika
Anda sudah mengerti kedepannya akan terasa sangat mudah dan akan
menertawakan rasa frustasi di masa awal kelahiran.
Tahap merawat bayi baru lahir cepat berlalu
Merasa stres, lelah, dan kesepian?, ya itu adalah hari-hari awal yang
sulit. Merawat anak pertama biasanya akan terasa stres mulai dari
mengganti popok bayi sampai memandikan dan mereka akan menangis lebih
dari biasanya. Namun ketika merawat anak kedua, Anda akan menikmati
memeluknya, menciumnya serta membagi waktu bersama-sama
10 cara merawat bayi baru lahir
Suasana rumah jadi hangat dengan tangis bayi baru lahir. Ketahui 10 cara perawatan yang benar agar bayi baru Anda menjadi bayi paling bahagia sedunia!
1. Makan Lagi, Makan Lagi. Pada bulan-bulan pertama, lapar adalah penyebab utama bayi menangis. Karena itu, menawari bayi makan adalah cara paling efektif untuk menyetop tangisnya, meski itu berarti Anda harus menyusui bayi sesering mungkin; pagi, siang, sore dan malam. Mengapa bayi
makan lagi makan lagi? Ini karena, rasa lapar adalah sensasi baru
baginya. Di rahim ibu bayi terbiasa menerima asupan makanan
terus-menerus dari plasenta, sehingga tidak pernah merasa lapar.
Ketika lahir ke dunia, sistem pencernaan bayi belum terbiasa untuk mencerna makanan dalam jumlah besar, kemudian “kosong” beberapa waktu. Untuk membantu bayi beradaptasi dengan perbedaan ini, pada minggu-minggu pertama Anda tidak perlu menjadual jam makan bayi. Berilah dia makan sesering mungkin. Jadual makan bayi akan terbentuk di usia kira-kira lima minggu.
2. Waktunya Buang Air! Pipis dan BAB bayi baru juga belum kenal jadual. Tetapi sering buang air adalah hal yang baik, pertanda bayi cukup makan. Jangan tunda mengganti popoknya, agar bayi tidak menangis karena basah dan tidak nyaman. Amati juga air seni dan fesesnya karena keduanya bisa menjadi alat ukur kondisi bayi, misalnya, air seni yang terlalu kuning menandakan bayi kurang cairan. Feses bayi yang mendapat ASI ekslusif lebih lunak dan tidak terlalu berbau. Setelah bayi pipis atau BAB, segera bersihkan alat kelaminnya. Bubuhi bokong dan selangkangannya dengan krim untuk menghindari ruam popok.
3. Baby Dress Code. Apa iya, bayi baru lahir harus dibedong sepanjang hari? Apa betul bajunya harus berlapis-lapis dan selalu pakai selimut? iklim tropis di negara kita sebenarnya tidak cocok dengan pakaian bayi gaya dibuntel-buntel. Saat udara panas dan bayi berada di ruangan non-AC, coba cek belakang leher bayi, jika terasa panas dan lembab, berarti dia kegerahan. Jika demikian, singkirkan alas tidurnya dan ganti bajunya dengan yang lebih ringan. Pastikan pakaian bayi terbuat dari bahan alami, seperti katun 100%, yang menyerap keringat, mudah dicuci dan disetrika. Panduan berbusana untuk bepergian lain lagi. Kenakan mantel atau cardigan, kaos kaki, sepatu dan topi pada bayi untuk mencegah dia masuk angin.
4. Kosmetika Bayi. Kosmetika bayi banyak macamnya, ada baby bath, baby shampoo, baby oil, baby lotion, baby powder, baby cream, baby cologne dan hair lotion. Sebenarnya tidak semuanya dibutuhkan oleh bayi, jadi bijaksanalah dalam memilih. Apa pun mereknya, gunakan produk yang sudah teruji secara klinis atau Clinical Proven Mild (CMP). Jika bayi bereaksi negatif saat dipakaikan kosmetika tertentu, misalnya timbul bercak-bercak merah di kulit, maka kemungkinan ia alergi pada kandungan kosmetika tersebut. Hentikan pemakaian.
Beralihlah pada kosmetika bayi yang bebas bahan kimia (green product). Masih berhubungan dengan meminimalkan persentuhan bayi dengan bahan kimia, hindari juga menggunakan produk pengharum atau pelembut pakaian. Bahan kimia di dalamnya terlalu “kuat” dan bisa mengiritasi kulit bayi.
5. Kegiatan yang Dibenci Bayi. Kebanyakan bayi tidak suka acara lepas-pakai baju, mandi, keramas, diberi obat tetes mata dan tetes hidung hidung. Bisa-bisa dia mengamuk! Solusinya, lakukan kegiatan ini dengan cepat, namun tetap hati-hati. Alihkan perhatian bayi dengan mengajaknya bercakap-cakap, memberi pelukan dan ciuman.
6. Lingkungan yang Nyaman. Penting menciptakan lingkungan yang nyaman bagi bayi. Usahakan lingkungan bayi tidak terlalu ramai atau berisik, terlalu dingin (kurang dari 20 derajat Celcius) atau terlalu panas (lebih dari 31 derajat Celcius). Bayi juga bisa rewel karena silau, karena itu pastikan cahaya lampu atau sinar matahari tidak jatuh tepat ke matanya. Lingkungan yang nyaman juga berarti bebas gigitan nyamuk dan serangga. Anda bisa melakukan fogging di rumah beberapa hari sebelum bayi hadir. Tidak dianjurkan menggunakan obat pembasmi serangga di kamar bayi karena racunnya bisa menempel di barang-barang bayi. Gunakan saja kain kelambu.
7. Mainan Bayi. Fungsi mainan bukan cuma menghibur tetapi juga mengenalkan bayi pada berbagai bentuk dan melatih otot matanya agar lebih terfokus. Untuk itu, pilihlah mainan dengan warna-warna cerah. Mainan bergerak dan berbunyi (musical mobile) yang digantung di tempat tidur akan merangsang indra penglihatan dan pendengaran bayi. Beruang Teddy yang lembut menyenangkan bayi saat ia merabanya. Rattle, mainan genggam yang berbunyi jika digoyang, juga menghibur dan melatih indra bayi. Tetapi tidak selalu harus mainan mahal, lho. Bayi juga sangat terhibur melihat pantulan dirinya di cermin,bayangan di tembok dan tetes hujan. Dan, tentu saja tidak ada yang lebih menggembirakan bayi dibanding saat ia bermain dengan ayah dan ibunya.
8. Ritual Tidur. Total waktu tidur bayi baru adalah 16 jam sehari, dengan tidur malam yang gelisah, diseling beberapa kali bangun. Setelah usia 5 minggu, barulah bayi memiliki pola tidur tetap, yaitu tidur lebih awal di malam hari dan terbangun 2 - 3 kali di tengah malam. Ritual tidur bisa membantu bayi tidur lebih cepat dan berkualitas. Tahapannya, mandikan bayi dengan air hangat yang sudah ditetesi baby bath, pijat bayi dengan baby oil atau lotion, setelah itu ciptakan suasana tenang di kamar tidurnya. Anda bisa membacakan dongeng, menyanyikan lagu nina bobok atau membubuhi bayi dengan baby powder. Gunakan produk bayi yang harumnya menenangkan, namun aman dan teruji secara klinis atau Clinically Proven Mild (CMP).
9. Kenali Penyakit Bayi Baru Lahir. Kolik, ruam popok, hidung mampet, infeksi mata, lidah berjamur dan demam pasca imunisasi adalah beberapa penyakit langganan bayi baru. Saat mengalaminya, bayi akan rewel dengan tangis yang tidak biasa. Cepat cari tahu dan atasi. Jika Si Kecil ruam popok, buka popoknya bersihkan, dan biarkan dia tanpa popok - diangin-angin – sementara waktu. Hidung mampet, infeksi mata, demam pasca imunisasi dan lidah berjamur dapat diantisipasi dengan resep obat dari dokter. Sedangkan kolik yang umumnya tidak dapat disembuhkan, bisa diatasi dengan membuat bayi nyaman; diayun-ayun, disusui, atau diusap-usap perutnya.
10. Orang-orang di Sekitar Bayi. Bayi memang menggemaskan, tetapi, perlakukanlah dia sewajarnya. Jika terlalu banyak orang yang menggendong dan mengajak bercanda, jika sedikit-sedikit pakaiannya diganti, sedikit-sedikit diberi makan, atau jika Ayah dan Bunda bereaksi berlebihan terhadap tangisannya, bayi bisa stres juga. Selain itu, perasaan bayi yang halus membuatnya dapat “menangkap” suasana hati ibu sebagai orang terdekatnya. Ketika mood ibu jelek akibat kelelahan misalnya, bayi bisa tahu dan dia pun ikut-ikutan rewel. Jadi, jagalah suasana hati Anda di dekat bayi. Kalau perlu istirahat, serahkan bayi pada pengasuh lainnya di rumah.
7 cara alami mengatasi panas pada anak
1. Kompres di dahi
Inilah cara paling umum yang sering dilakukan sejak dulu, karena
paling mudah dilakukan dan efektif. Kompreslah dahi dengan handuk basah
yang dingin, atau sekarang sudah banyak tersedia alat kompres yang dapat
dibeli di apotik terdekat. Kompresan air dingin akan menurunkan suhu di
kepala, sehingga anak menjadi lebih tenang.
2. Mandikan dengan air hangat
Memandikan anak dengan air hangat atau ruam-ruam kuku, akan
membantu meredakan demam pada anak. Jangan memandikannya dengan air
dingin karena ia akan menggigil kedinginan. Tambahkan garam mandi atau
essential oil misalnya Lavender oil untuk menenangkan tubuh. Bila tidak
mungkin memandikannya, lap tubuh dengan handuk atau washlap basah yang
hangat.
3. Pijat dengan ramuan herbal
Campurkan minyak kayu putih dengan 2-3 parutan bawang merah,
ditambah seiris jeruk nipis. Bila minyak kayu putih terlalu keras, bisa
diganti dengan minyak kelapa. Jeruk nipis dapat digantikan dengan asam
Jawa. Pijatlah tubuh si kecil dengan ramuan ini, terutama punggung,
dada, dan perut.
4. Pijat dengan PepperMint Oil
PepperMint Oil sangat bermanfaat untuk meredakan demam pada anak.
Mentol yang ada di dalam PepperMint Oil akan melancarkan hidung yang
mampat tersumbat, sinusitis, serta gejala demam lainnya. Pijatlah dada
dan punggungnya secara perlahan. PepperMint Oil akan meredakan
temperatur kulit si Kecil yang hangat.
5. Cegah dehidrasi, minum banyak cairan
Salah satu efek dari demam pada anak adalah dehidrasi atau
kurangnya cairan tubuh. Berikan minum yang banyak. Cobalah makanan
berkuah kaldu, teh herbal misalnya teh jahe dan madu. Anda juga dapat
memberikan jus buah yang dibekukan untuk mendinginkan demam pada anak
dari dalam tubuh.
6. Bangun imun atau kekebalan tubuh
Berikan makanan yang bergizi tinggi agar daya tahan tubuhnya lebih
baik. Demam pada anak membuat selera makan jadi menurun. Jadi pastikan
apa yang ia makan benar-benar bergizi. Kuah kaldu (bukan dari kaldu
blok, tetapi kuah rebusan ayam/daging) adalah salah satu contoh makanan
bergizi untuknya.
7. Anak harus banyak tidur dan istirahat
Istirahat membuat suhu tubuh mudah reda. Bila si kecil terus aktif
bergerak, tubuh akan lelah dan temperatur dapat meningkat. Bila ia tidak
mau tidur, putarkan acara TV kesenangannya dan minta ia berbaring.
Rabu, 01 Oktober 2014
perkembangan cara bicara anak
Pada perkembangan bahasa, setiap balita 1-2 tahun punya kecepatannya sendiri. Anda pun bisa menstimulasi perkembangan bicara batita Anda.
Topik ‘panas’ percakapan antar orangtua dengan anak usia 1-2 tahun: “Anakmu sudah bisa ngomong berapa kata?” Padahal, ada rentang lebar untuk bisa disebut normal pada soal bicara bagi balita.
Walaupun mungkin batita Anda hanya mengucap sedikit kata dengan jelas, ia paham apa yang Anda katakan. Anda akan menyadari penerimaan bahasa ini beraksi ketika ia sukses mengikuti instruksi sederhana dari Anda, seperti “Ayo nak, bawa cangkirmu ke sini!”. Pada usia ini, seharusnya pula balita sudah kenal dirinya dengan tahu namanya, mampu menunjuk pada obyek, mengidentifikasi beberapa anggota tubuhnya dan melambaikan tangan untuk berpisah.
Berikut beberapa cara untuk menstimulasi agar perkembangan bicara batita semakin lancar dan ia gemar bicara:
Topik ‘panas’ percakapan antar orangtua dengan anak usia 1-2 tahun: “Anakmu sudah bisa ngomong berapa kata?” Padahal, ada rentang lebar untuk bisa disebut normal pada soal bicara bagi balita.
Walaupun mungkin batita Anda hanya mengucap sedikit kata dengan jelas, ia paham apa yang Anda katakan. Anda akan menyadari penerimaan bahasa ini beraksi ketika ia sukses mengikuti instruksi sederhana dari Anda, seperti “Ayo nak, bawa cangkirmu ke sini!”. Pada usia ini, seharusnya pula balita sudah kenal dirinya dengan tahu namanya, mampu menunjuk pada obyek, mengidentifikasi beberapa anggota tubuhnya dan melambaikan tangan untuk berpisah.
Berikut beberapa cara untuk menstimulasi agar perkembangan bicara batita semakin lancar dan ia gemar bicara:
- Ceritakan kesibukan Anda. Omongkan dengan lantang apa saja yang sedang Anda kerjakan dan lemparkan pertanyaan-pertanyaan untuk batita. “Teruslah bicara, walaupun Anda nampak konyol karena batita tak bisa menjawab,” usul Pam Quinn, terapis wicara di RS Rehabilitasi Schwab, Chicago.
- Jadi ‘role model’. Bila batita Anda mengatakan “cucu” untuk susu, gunakan pengucapan yang benar ketika Anda merespon, “Ini susumu.” Kembangkan penguasaan bahasanya dengan menambahkan kata-kata baru, misalnya “Susumu warnanya putih, enak sekali.” Strategi ini tak hanya akan menambah jumlah kosa katanya tapi juga mengajarkan cara kombinasi kata. Namun hindari mengoreksi ucapannya. “Menunjukkan kesalahan anak bisa membuatnya tak nyaman. Bahkan anak seusia itupun dapat mulai merasa bahwa apapun yang dilakukannya selalu salah di mata ibu,” kata Pam lagi.
- Berlagak “bodoh”. Beri batita kesempatan untuk meminta dan mengungkapkan kebutuhannya sebelum Anda memberikan padanya. Contohnya, saat bermain, ia menggulirkan bola dan Anda tahu ia ingin Anda mengembalikan bola itu padanya, pura-pura saja Anda tidak mengerti, berikan ekspresi wajah bingung dan bertanya, “Ibu harus apa?” Jeda seperti ini akan menyemangatinya untuk berkomunikasi.
- Tetap nyata. Hindari untuk mengucapkan kata berlebihan atau berbicara dalam bahasa slang atau bahasa pergaulan yang tak dimengerti balita usia 1-2 tahun. Orangtua wajib berbicara dalam kalimat-kalimat reguler dan dalam bahasa yang benar, yang akan membantu anak mengerti cara memadukan kata menjadi kalimat yang bermakna.
Tidak perlu memanding-bandingkan anak Anda dengan anak lainnya, karena perkembangan setiap anak bisa berbeda. Namun, tetap usahakan stimulasi yang maksimal untuk perkembangannya.
Menanamkan sikap mandiri pada anak
Sikap mandiri perlu ditanamkan pada anak sedini mungkin. Bila anak
mandiri, hal ini tentunya akan membuat anak merasa lebih percaya diri
dan pandai dalam melakukan banyak hal. Hanya saja, satu kendala yang
banyak dihadapi orang tua ketika mengajarkan kemandirian pada anak yakni
kesabaran. Kebanyakan orang tua kerapkali tidak sabar dalam menghadapi
anak untuk mandiri. Terbatasnya kemampuan anak membuat orang tua tanpa
sadar kembali membantu anak untuk melakukan segala hal. Pada akhirnya
anak menjadi terbiasa untuk ‘dilayani’ dan menjadi bergantung pada
orangtuanya.
Pada dasarnya, orangtua bisa mengajarkan kepada anak bagaimana melakukan segala sesuatunya sendiri dan mandiri melakukan hal-hal yang mudah dalam kehidupannya. Tak perlu terburu-buru dengan mengharapkan anak dapat dengan kilat berubah menjadi seorang anak yang mandiri. Sebab segala sesuatunya membutuhkan proses dan perjuangan yang cukup panjang.
Hal pertama dalam mengajarkan kemandirian pada anak bisa anda lakukan dengan mengajarkan anak untuk menaruh kembali segala sesuatu yang diambilnya untuk dikembalikan pada tempatnya. Misalkan, merapihkan kembali dan meletakan dilemari buku-buku yang telah ia baca. Jangan biarkan anak membiarkan buku-buku tersebut berserakan dan tidak disusun kembali. Nah, untuk itu maka ada baiknya jika anda menyediakan rak buku kecil yang mudah dijangkau anak agar ketika anda memberikan perintah, tidak ada alasan 'rak buku yang sulit digapai' atau alasan lain yang membuat anak menolaknya. Selain itu, bersabarlah di awal-awal anak mungkin akan menolak perintah orang tua, namun jika anda tegas dan bersabar, maka lambat laun anak akan memahaminya.
2. Mintalah Anak Untuk Membiasakan Merapihkan Tempat Tidur Sendiri
Setiap pagi setelah anak bangun pagi, mintalah anak untuk merapihkan kamar tidurnya sendiri, seperti melipat selimut dan merapihkan bantal-bantalnya. Tak perlu berlama-lama cukup 10 menit saja. Hal ini dimaksudkan sebagai latihan agar anak bisa merapihkan kamar tidurnya sendiri. Sebagai langkah awal, orangtua bisa terlebih dahulu memberikan contoh melipat selimut dan pastikan jika anak anda menyimaknya dengan seksama dan lambat laun mintalah mereka merapihkan kamarnya setiap sehabis digunakan.
3. Ajari Anak Untuk Makan Sendiri
Seiring berjalannya usia, ketika anda merasa anak sudah dapat melakukan sesuatu sendiri, maka mintalah mereka melakukannya sendiri dengan tetap dibawah pengawasan orang tua. Tidak terkecuali dengan masalah makan dan minum. Saat anak sudah cukup usia dan sudah mampu makan dan minum sendiri biarkan mereka mencoba melakukannya sendiri. Setelah anda merasa mereka bisa melakukannya sendiri dengan baik, maka biarkan mereka makan dan minum dengan sendirinya. Hal ini akan mengajarkan anak untuk mandiri dalam makan dan minum.
4. Mempersiapkan Diri Sebelum Pergi ke Sekolah
Biasanya para orangtua akan merasa tidak tega melihat anaknya bangun lebih pagi dan menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Namun, tahukah anda jika anda terus membiarkan si kecil bangun dengan mudah dan langsung dihadapkan pada sarapan tanpa ia mengetahui persiapannya saat pergi ke sekolah, maka suatu hari nanti ketika mereka jauh dari anda. Hal ini akan membuat anak menjadi semakin menderita, sebab mereka sudah tergantung dengan orangtuanya. Nah, untuk itulah libatkan anak ketika mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah, seperti mengenakan sendiri sepatu dan bajunya yang sudah anda persiapkan. Dengan begini anak akan tahu semua persiapan paginya sebelum ia pergi ke sekolah.
Nah, itulah dia beberapa cara yang bisa anda terapkan kepada anak untuk melatih anak menjadi lebih mandiri. Selain melatih kemandiriannya, cara-cara diatas dapat pula membangun dan melatih kedisiplinan serta rasa tanggung jawab anak
Pada dasarnya, orangtua bisa mengajarkan kepada anak bagaimana melakukan segala sesuatunya sendiri dan mandiri melakukan hal-hal yang mudah dalam kehidupannya. Tak perlu terburu-buru dengan mengharapkan anak dapat dengan kilat berubah menjadi seorang anak yang mandiri. Sebab segala sesuatunya membutuhkan proses dan perjuangan yang cukup panjang.
Berikut ini ada beberapa cara yang dapat diterapkan oleh para orangtua dalam mendidik anaknya agar menjadi seseorang yang mandiri dimulai dengan melakukan kebiasaan sehari-harinya.
1. Ajarkan Anak Untuk Meletakan Barang Pada TempatnyaHal pertama dalam mengajarkan kemandirian pada anak bisa anda lakukan dengan mengajarkan anak untuk menaruh kembali segala sesuatu yang diambilnya untuk dikembalikan pada tempatnya. Misalkan, merapihkan kembali dan meletakan dilemari buku-buku yang telah ia baca. Jangan biarkan anak membiarkan buku-buku tersebut berserakan dan tidak disusun kembali. Nah, untuk itu maka ada baiknya jika anda menyediakan rak buku kecil yang mudah dijangkau anak agar ketika anda memberikan perintah, tidak ada alasan 'rak buku yang sulit digapai' atau alasan lain yang membuat anak menolaknya. Selain itu, bersabarlah di awal-awal anak mungkin akan menolak perintah orang tua, namun jika anda tegas dan bersabar, maka lambat laun anak akan memahaminya.
2. Mintalah Anak Untuk Membiasakan Merapihkan Tempat Tidur Sendiri
Setiap pagi setelah anak bangun pagi, mintalah anak untuk merapihkan kamar tidurnya sendiri, seperti melipat selimut dan merapihkan bantal-bantalnya. Tak perlu berlama-lama cukup 10 menit saja. Hal ini dimaksudkan sebagai latihan agar anak bisa merapihkan kamar tidurnya sendiri. Sebagai langkah awal, orangtua bisa terlebih dahulu memberikan contoh melipat selimut dan pastikan jika anak anda menyimaknya dengan seksama dan lambat laun mintalah mereka merapihkan kamarnya setiap sehabis digunakan.
3. Ajari Anak Untuk Makan Sendiri
Seiring berjalannya usia, ketika anda merasa anak sudah dapat melakukan sesuatu sendiri, maka mintalah mereka melakukannya sendiri dengan tetap dibawah pengawasan orang tua. Tidak terkecuali dengan masalah makan dan minum. Saat anak sudah cukup usia dan sudah mampu makan dan minum sendiri biarkan mereka mencoba melakukannya sendiri. Setelah anda merasa mereka bisa melakukannya sendiri dengan baik, maka biarkan mereka makan dan minum dengan sendirinya. Hal ini akan mengajarkan anak untuk mandiri dalam makan dan minum.
4. Mempersiapkan Diri Sebelum Pergi ke Sekolah
Biasanya para orangtua akan merasa tidak tega melihat anaknya bangun lebih pagi dan menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Namun, tahukah anda jika anda terus membiarkan si kecil bangun dengan mudah dan langsung dihadapkan pada sarapan tanpa ia mengetahui persiapannya saat pergi ke sekolah, maka suatu hari nanti ketika mereka jauh dari anda. Hal ini akan membuat anak menjadi semakin menderita, sebab mereka sudah tergantung dengan orangtuanya. Nah, untuk itulah libatkan anak ketika mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah, seperti mengenakan sendiri sepatu dan bajunya yang sudah anda persiapkan. Dengan begini anak akan tahu semua persiapan paginya sebelum ia pergi ke sekolah.
Nah, itulah dia beberapa cara yang bisa anda terapkan kepada anak untuk melatih anak menjadi lebih mandiri. Selain melatih kemandiriannya, cara-cara diatas dapat pula membangun dan melatih kedisiplinan serta rasa tanggung jawab anak
Gangguan Psikologis pada anak
Disini ada beberapa jenis gangguan psikis yang mungkin dialami oleh anak anda.
1.Mental Retardation
Mental retardation adalah suatu jenis gangguan psikologis anak yang ditandai dengan ketidakmampaun anak untuk mengurus diri mereka sendiri, kesulitan berkomunikasi dan ketidakmampuan membedakan hal yang berbahaya dan tidak berbahaya. Kondisi mental retardation dapat dikenali sebelum anak berusia 17 tahun. Umumnya gejala awalnya dapat dilihat dari tingkat IQ anak yang rendah yang mana biasanya berada dibawang angka IQ 70. Anak-anak yang mengindap gangguan psikologis mental retardation tidak mampu untuk mandi sendiri, makan sendiri, sulit berbicara dan selalu membutuhkan pendamping pada setiap aktivitas yang dilakukannya.
2. Autisme
Autisme merupakan gangguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup diri. Gangguan seperti ini mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, perilaku dan interaksi sosial. Sampai saat ini penyebab dari munculnya sindrom autisme belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli mengungkapkan kondisi ini disebabkan oleh muliti factiroal, sementara beberapa diantaranya juga ada yang menyebutkan sebagai gangguan biokimia. Gejala autisme dapat dikenali sejak anak masih bayi seperti misalkan dikenali lewat fokus mata hanya pada satu benda, respon yang sangat minim terhadap impuls dan tidak bereaksi pada rangsangan suara. Sementara pada anak yang sudah lebih besar, biasanya dapat dikenali dengan kesulitan fokus pada satu hal, yakni ketika anak tidak merespon ketika dipanggil, kesulitan berkomunikasi serta melakukan sesuatu secara berulang-ulang.
3. Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan psikologis yang paling umum yang dapat mempengaruhi anak-anak. Gejala utama dari gangguan psikologis ini adalah timbulnya rasa cemas, ketakutan dan kegelisahan yang berlebihan pada anak. Ada berbagai jenis gangguan kecemasan seperti ketakutan yang tidak berasalan atau tanpa didukung dengan situasi yang mana hal ini disebut dengan fobia. Gangguan kecemasan umum yang cenderung membuat anak-anak merasa khawatir, gelisah berlebihan mengenai hal yang tidak realistis, sering panik biasanya disebabkan karena trauma yang pernah dialami oleh si anak.
4. Asperger Syndrom
sindrom asperger merupakan kelainan perilaku pada anak yang membuat anak menarik diri dari keramaian, menjadi penyendiri, tidak banyak berbicara dan tidak suka bermain. Umumnya anak-anak yang mengidap sindrom ini akan lebih senang berbicara dengan orang dewasa dengan topik yang tak biasa. Selain itu, anak-anak dengan sindrom ini adapula yang menunjukan keinginana untuk memiliki banyak teman, hanya saja mereka memiliki kecenderungan yang mudah bosan sehingga menjauhi sendiri teman-teman yang telah mereka miliki. Hal inilah yang membuat anak-anak dengan sindrom ini sulit menemukan teman bermain. Anak yang mengalami sindrom asperger dapat dikenali dari sifat kurang simpati terhadap orang lain, tidak sensitif dan tidak suka bergaul dan bermain.
Demikian beberapa jenis gangguan psikologis yang mungkin terjadi pada anak. Dengan mengetahui beberapa jenis gangguan psikologis diatas, diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan anda dan jika beberapa gejala dari gangguan psikologis dikenali pada anak, anda bisa mengambil tindakan dengan membawa anak terapi untuk mengatasinya.
1.Mental Retardation
Mental retardation adalah suatu jenis gangguan psikologis anak yang ditandai dengan ketidakmampaun anak untuk mengurus diri mereka sendiri, kesulitan berkomunikasi dan ketidakmampuan membedakan hal yang berbahaya dan tidak berbahaya. Kondisi mental retardation dapat dikenali sebelum anak berusia 17 tahun. Umumnya gejala awalnya dapat dilihat dari tingkat IQ anak yang rendah yang mana biasanya berada dibawang angka IQ 70. Anak-anak yang mengindap gangguan psikologis mental retardation tidak mampu untuk mandi sendiri, makan sendiri, sulit berbicara dan selalu membutuhkan pendamping pada setiap aktivitas yang dilakukannya.
2. Autisme
Autisme merupakan gangguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup diri. Gangguan seperti ini mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, perilaku dan interaksi sosial. Sampai saat ini penyebab dari munculnya sindrom autisme belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli mengungkapkan kondisi ini disebabkan oleh muliti factiroal, sementara beberapa diantaranya juga ada yang menyebutkan sebagai gangguan biokimia. Gejala autisme dapat dikenali sejak anak masih bayi seperti misalkan dikenali lewat fokus mata hanya pada satu benda, respon yang sangat minim terhadap impuls dan tidak bereaksi pada rangsangan suara. Sementara pada anak yang sudah lebih besar, biasanya dapat dikenali dengan kesulitan fokus pada satu hal, yakni ketika anak tidak merespon ketika dipanggil, kesulitan berkomunikasi serta melakukan sesuatu secara berulang-ulang.
3. Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan psikologis yang paling umum yang dapat mempengaruhi anak-anak. Gejala utama dari gangguan psikologis ini adalah timbulnya rasa cemas, ketakutan dan kegelisahan yang berlebihan pada anak. Ada berbagai jenis gangguan kecemasan seperti ketakutan yang tidak berasalan atau tanpa didukung dengan situasi yang mana hal ini disebut dengan fobia. Gangguan kecemasan umum yang cenderung membuat anak-anak merasa khawatir, gelisah berlebihan mengenai hal yang tidak realistis, sering panik biasanya disebabkan karena trauma yang pernah dialami oleh si anak.
4. Asperger Syndrom
sindrom asperger merupakan kelainan perilaku pada anak yang membuat anak menarik diri dari keramaian, menjadi penyendiri, tidak banyak berbicara dan tidak suka bermain. Umumnya anak-anak yang mengidap sindrom ini akan lebih senang berbicara dengan orang dewasa dengan topik yang tak biasa. Selain itu, anak-anak dengan sindrom ini adapula yang menunjukan keinginana untuk memiliki banyak teman, hanya saja mereka memiliki kecenderungan yang mudah bosan sehingga menjauhi sendiri teman-teman yang telah mereka miliki. Hal inilah yang membuat anak-anak dengan sindrom ini sulit menemukan teman bermain. Anak yang mengalami sindrom asperger dapat dikenali dari sifat kurang simpati terhadap orang lain, tidak sensitif dan tidak suka bergaul dan bermain.
Demikian beberapa jenis gangguan psikologis yang mungkin terjadi pada anak. Dengan mengetahui beberapa jenis gangguan psikologis diatas, diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan anda dan jika beberapa gejala dari gangguan psikologis dikenali pada anak, anda bisa mengambil tindakan dengan membawa anak terapi untuk mengatasinya.
Perkembangan bayi umur 1 tahun
Bayi anda sudah berusia 12 bulan atau 1 tahun dan anda biasanya akan
merayakannya hari ulang tahunnya yang pertama ini. Banyak hal yang
membuat anda sangat bangga menjadi seorang ibu. Anda menemukan hal-hal
ajaib yang sungguh membuat anda takjub dengan bayi anda. Anda tidak
bileh berhenti mengamati bayi anda selama anda masih bisa mengamati anak
anda.Perkembangan bayi
12 bulan juga sudah sangat banyak. Ibu akan menemukan berbagai hal baru
yang dilakukan oleh bayinya. Pada usia 12 bulan, bayi telah bisa
mengenal benda yang dia lihat ditempat lain. Misalnya dia punya benda
itu dirumah, maka dia akan mudah mengenal benda serupa ketika bayi anda
berjalan-jalan dengan anda dipusat perbelanjaan. Usia 12 bulan bisa
dikatakan sebagai akhir tahapan sensor motorik pada bayi anda. Bayi anda
akan mulai terampil bukan hanya dari berbagai gerakan yang dilakukan
saja, tetapi dari segi bahasa dan kosa kata yang akan dikatakan oleh
bayi. Bayi juga sangat lincah dalam menerima informasi dari ibunya dan
dia akan segera menirukannya.
Kosakata pada bayi usia 12 bulan memang
masih terbatas. Bayi biasanya belum bisa mengungkapkan emosi yang dia
rasakan dan bayi dalam perkembangan bayi 12 bulan belum bisa juga memberitahukan kepada orang terdekatnya apa
yang sebenarnya dia inginkan. Dalam melatih anak anda, ibu juga harus
mempraktekkannya. Bayi akan melihat apa yang dilakukan oleh ibunya. Jika
ibu hanya melatih tanpa melakukan, maka bayi tidak akan merasa perlu
melakukan yang seperti ibunya lakukan. Dalam berkomunikasi dan untuk melatih bayi bicara,
ibu bisa menggunakan kata-kata yang mudah diingat oleh bayi. Selain
lebih singkat dan mudah diingat, anak belum bisa mengucapkan kata yang
rumit sehingga dengan mengatakan kata-kata mudah, bayi lebih percaya
diri untuk berkomunikasi dengan orang tua atau teman-teman seumurnya.
Perkembangan bayi 12 bulan, bayi juga
sudah bisa mulai memutuskan suatu hal. Bayi sudah bisa memilih pakaian
yang hendak dia kenakan. Ibu harus mengerti dan mendorong bayi agar mau
dan bisa memutuskan yang dia inginkan. Pada usia ini, ibu juga bisa
melatih bayi agar mulai menggunakan kedua tangannya untuk menggunakan
baju atau jepit rambut yang dia inginkan. Dengan begitu, ibu akan mudah
melatih kemandirian bayi anda.
Tips
Pada usia 12 bulan, bayi sudah akan aktif mengatakan berbagai kata. Jagalah agar bayi anda bisa tumbuh ditempat dengan situasi yang mendukung perkembangan bayi yang lebih baik. Jangan menggunakan kata kasar atau jorok didepan bayi anda karena bayi akan cenderung meniru. Jangan melakukab perbuatan yang tidak baik juga seperti memukul atau menjewer kakak bayi karena ini akan membuat bayi merasa ketakutan atau menirukan hal yang sama.Penyebab Anak rewel
Melihat anak rewel memang bukan hal yang baru. Setiap anak pasti pernah atau bahkan sering rewel. Namun terkadang banyak orang tua yang kewalahan untuk mengatasinya, disini ada sedikit beberapa penyebab dan cara mengatasi anak yang sedang rewel
1. KONDISI FISIK YANG TAK NYAMAN
Anak yang mengantuk, kepanasan, kedinginan, kelaparan, kehausan umumnya menjadi rewel.
Sikap Orang Tua:
Cari tahu penyebab rewelnya dan selesaikan permasalahan itu. Umumnya bila disebabkan masalah fisik, anak akan segera kembali ceria jika dirinya sudah kembali nyaman.
2. MENCARI PERHATIAN
Kadang si batita rewel sekadar untuk mencari perhatian. Ini kerap terjadi karena umumnya orang tua banyak memberikan perhatian kepadanya saat sedang rewel saja. Sementara saat sedang bersikap manis si kecil kurang mendapat perhatian. Akibatnya, si batita telanjur ?belajar? bahwa keinginannya akan dipenuhi dengan cara merengek-rengek sambil menangis. Bahkan ada pula yang sampai tantrum.
Sikap Orang Tua:
* Jangan berikan perhatian khusus pada saat si batita rewel. Bila perlu jangan penuhi permintaannya sehingga ia menyadari bahwa cara yang telah dilakukan tidaklah benar. Tindakan ini dapat sekaligus untuk mengajari si batita mengendalikan diri.
* Ajak si batita berkomunikasi, sampaikan bahwa cara yang dilakukan adalah salah. Misal, ?Kalau ngomong-nya sambil menangis, Bunda tidak tahu apa yang kamu inginkan. Coba tenang dulu, ngomong yang baik.?
* Biasakan untuk memberi perhatiaan kepada anak setiap saat, terutama saat ia bersikap manis. Bentuk perhatian itu cukup berupa kalimat seperti, ?Bunda bangga, lo, karena Tia tidak sulit diajak mandi.?
3. INGIN MENUNJUKKAN KEKUATANNYA
Batita memiliki kecenderungan menolak. Ia sesungguhnya hanya mau menunjukkan bahwa dirinya pun punya keinginan atau pendapat. Jadi tak perlu kaget bila dalam banyak hal si batita kerap menolak dan lebih menyenangi pilihannya sendiri. Bila keinginannya tidak terpenuhi, hal ini menyebabkannya menjadi rewel. Apalagi banyak orang tua yang malah bersikap memaksakan kehendak karena merasa dirinyalah yang paling berhak terhadap anaknya. Semakin menjadilah kerewelan si batita.
Sikap Orang Tua:
Jangan paksakan keinginan Anda. Cobalah untuk berstrategi dengan cara melontarkan pilihan semu, yaitu pilihan-pilihan yang tetap memiliki tujuan akhir yang sama. Melalui cara ini, anak diharapkan dapat sekaligus belajar untuk mengambil keputusan sehingga dapat memupuk rasa percaya dirinya pula. Contoh, bila ajakan mandi kita ditolaknya, cobalah lontarkan tawaran, ?Adik mau mandi dengan air hangat atau air dingin?? Melalui tawaran ini, tujuan mandi tetap dapat tercapai dan anak pun bisa mengambil keputusan dari dua pilihan itu sehingga tak terkesan dipaksa.
4. TERLUKA PERASAANNYA
Biasanya ini terjadi bila si batita habis dimarahi. Buntutnya ia akan rewel dan kerap tanpa sadar mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, seperti, ?Aku benci sama Mama.? Ungkapan itu sesungguhnya hanya sekadar untuk menunjukkan rasa sedihnya. Namun, mendengar ucapan itu banyak orang tua yang terpancing dan balik memarahi.
Sikap Orang Tua:
Jangan terpancing. Rangkullah si batita dan ucapkan kalimat yang menenangkan seperti, ?Mama sayang banget, lo, sama Adik. Nangis-nya sudah ya nanti capek.? Dengan rangkulan dan kalimat yang menenangkan akan membuat si batita merasa nyaman. Perasaan nyaman dan terlindungi, niscaya tak akan membuat si batita jadi rewel berkepanjangan.
5. KETIDAKMAMPUAN MENGERJAKAN SESUATU
Orang tua tanpa sadar sering menuntut anaknya untuk mampu melakukan sesuatu dengan ukuran orang dewasa. Dalam hal makan, misalnya, tanpa sadar terkadang orang tua meminta kepada si batita untuk bisa makan dengan cepat dan rapi, padahal si batita belum mampu melakukannya. Buntutnya, untuk menutupi ketidakmampuan itu, si batita malah jadi rewel.
Sikap Orang Tua:
Jangan paksa anak melakukan sesuatu yang memang belum mampu dilakukannya. Untuk memacu semangatnya sekaligus membangun rasa percaya diri, berikan penghargaan walaupun kemampuan yang dicapai sangatlah kecil. Contoh, ?Wah, Adek senang makan sayur ya? sayurnya tinggal sedikit tuh.? Intinya, penghargaan itu diberikan hanya pada saat anak mampu melakukan sesuatu yang positif.
5 SIKAP POSITIF ORANG TUA MENCEGAH KEREWELAN
1. Berpikir positif
Orang tua hendaknya tak mudah putus asa bila melihat si batita misalnya tergolong bertemperamen slow to warm up, yang membutuhkan waktu cukup lama untuk menyesuaikan diri. Tumbuhkan saja pikiran positif bahwa saya dapat membentuknya menjadi anak yang baik. Dengan keyakinan ini, interaksi anak-orang tua yang terbentuk niscaya akan baik.
2. Tidak mengalah pada kerewelan anak
Cara orang tua berinteraksi dengan si batita dapat memengaruhi sikapnya. Misal, si batita yang memiliki kecenderungan rewel dapat jadi bertambah rewel saat memahami rewel dapat dijadikan sebagai senjata bagi dirinya. Apalagi bila orang tua selalu memenuhi atau mengalah saat ia bersikap rewel. Namun bila orang tua bersikap tidak mudah lunak dengan sikap rewelnya yang dijadikan sebagai senjata, maka bisa jadi ia tidak menjadi rewel karena ia sudah mengalami bahwa cara itu bukanlah cara efektif untuk meminta. Jadi interaksi yang benar bakal memengaruhi sikap anak.
3. Tidak memberikan label
Pemberian label pada anak malah akan menyebabkannya menjadi tak percaya diri. Bahkan bisa jadi lambat laun ia menjadi anak seperti yang dilabelkan selama ini. Umpama, diberi label si rewel dan si cengeng. Bisa jadi anak memilih bersikap rewel sepanjang waktu.
4. Fokus pada sikap anak
Untuk membangun sikap positif anak, tangkap-basahlah sikap manisnya dan berikan penghargaan. Jangan hanya memberikan perhatian saat anak sedang bersikap buruk. Contoh, ?Wah, hari ini kamu oke, deh.? Sambil menunjukkan satu jempol ke arahnya. Ini dapat membangun rasa percaya diri anak.
5. Tidak membandingkan-bandingkan
Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan. Tugas orang tua adalah memaksimalkan kelebihan setiap anak dan meminimalkan kekurangannya. Hal itu dapat menumbuhkan rasa percaya si batita bahwa dirinya memang memiliki keistimewaan.
Selasa, 30 September 2014
Cara Mengatasi Anak yang susah makan
Anak susah makan merupakan permasalahan yang sering
dikeluhkan orang tua, terutama para ibu. Berbagai cara seolah tidak berhasil
dilakukan untuk mengatasi anak yang sulit makan. Bahkan tak jarang para
ibu menjadi tertekan dan stress dalam menghadapi buah hatinya.Setiap ibu selalu
diliputi kekhawatiran soal kecukupan gizi buah hatinya. Belum lagi jika anak
susah makan atau pilih-pilih makanan.
Ketika si kecil berusia 6 bulan, saatnya mulai memberikan makanan padat pendamping ASI. Saat inilah
Anda mesti lebih cermat memperhatikan pola makannya. Mulai dari memberinya
bubur susu, sari buah, lalu bertahap ke tekstur makanan yang lebih padat
seperti nasi tim, dan seterusnya. Sayangnya proses ini tak selalu berjalan
mulus, ada beberapa penyebab yg mambuat si kecil susah makan. Biasanya ini
terjadi ketika usianya memasuki tahun pertama. Masalah tersebut biasanya berupa
menolak makanan, tidak suka sayur, hanya mau makan yang itu-itu saja (picky
eater), atau mengemut makanannya berlama-lama. Kondisi ini sudah barang
tentu membuat ibu khawatir akan kecukupan gizi si kecil, mengingat mereka masih
dalam masa tumbuh kembang.
FaKtor penyebab seorang anak susah makan dikarenakan faktor
fisik dan faktor psikis. Faktor fisik meliputi terdapatnya gangguan di organ
pencernaan maupun terdapatnya infeksi dalam tubuh anak. Sedangkan faktor psikis
meliputi gangguan psikologis pada anak, seperti kondisi rumah tangga yang
bermasalah, suasana makan yang kurang menyenangkan, tidak pernah makan bersama
orangtua, maupun anak dipaksa memakan makanan yang tidak disukai.
Bagaimana mengatasinya?
Mungkin ada beberapa catatan penting yang terlewatkan oleh
Anda saat memberi makan si kecil.Tips berikut mungkin dapat membantu Anda;
1. Coba sajikan makanan dalam porsi kecil.
Ingat, lambung si kecil belum mampu menampung makanan
terlalu banyak, jadi berikan ia makanan sedikit demi sedikit.
2. Variasi makanan.
Cobalah buat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan
buah hati Anda memilih makanan yang ia sukai. Biasanya anak lebih suka dengan
makanan pilihannya.
3. Sajikan dengan menarik
Setelah menyajikan banyak pilihan, sajikan dengan tampilan
menarik. Misalnya, mencetak nasi goreng dalam cetakan teddy bear atau bebek
kecil. Contoh: Makanan Unik
4. Jadikan saat makan menyenangkan
Hindari mengancam, menghukum, atau menakut-nakuti anak agar
ia makan lebih banyak. Ini akan membuatnya merasa bahwa saat makan merupakan
saat yang tidak menyenangkan. Dan bukan tak mungkin menimbulkan trauma
psikologis baginya.
5. Makan teratur
Jadwalkan waktu makan dengan teratur, agar si kecil terbiasa
dengan waktu makannya. Sama halnya dengan waktu tidur, mandi dan sebagainya.
6. Beri cemilan sehat
Setelah bisa berjalan, si kecil gemar bereksplorasi dengan
lingkungannya. Apalagi ketika memasuki usia 2 tahun, aktivitasnya semakin
banyak saja. Ini mungkin membuatnya sulit untuk duduk manis dan makan dengan
tenang. Untuk menyiasatinya, berikan ia cemilan sehat dalam porsi kecil namun
beragam. Misalnya saja bola-bola kentang isi wortel dan daging cincang, sus
mini isi fla coklat, donat tabor keju, dan sebagainya.
7. Hindarkan gaya memaksa dan mengancam dalam membujuk anak.
Selama waktu makan, minimalkan gangguan, misalnya matikan televisi dan jauhkan
buku atau mainan dari meja makan.
8. Libatkanlah anak anda untuk menyiapkan makanan.
Misalnya dengan meminta pertolongannya untuk mengambilkan
buah atau sayur di swalayan maupun membantu menyiapkan meja makan. Selain itu,
anak anda memerlukan contoh dari orang tuanya. Bila anda mengkonsumsi makanan
sehat, maka anak akan mencontoh pola makan anda sebagai orang tua.
9. Hindari memberi iming-iming makanan penutup sebagai
hadiah.
Hal ini dapat menyiratkan bahwa makanan penutup merupakan
makanan yang paling enak dan baik untuk anak. Selain itu, dapat meningkatkan
keinginan mengkonsumsi makanan manis bagi anak. Anda dapat memberikan makanan
penutup selama 2 hari dalam seminggu, sedangkan pada pekan berikutnya tidak
anda berikan. Buah, yogurt atau makanan sehat lain dapat anda ganti sebagai
makanan penutup.
10. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan.
Minuman rendah lemak maupun jus buah segar memang penting
untuk anak, namun bila ananda terlalu banyak minum, tidak akan ada tempat yang
cukup untuk makanan maupun kudapan sehat yang bisa masuk ke perut anak.
Perbedaan karakter anak sulung, tengah dan bungsu
A. Anak Tunggal
Ciri
khas anak tunggal suka menggantungkan cita-cita yang tinggi dan sangat
idealistik. Anak Tunggal memiliki kadar idealistik yang super tinggi (tertinggi
diantara anak yang lain dalam hal jodoh, dan pekerjaan). Anak tunggal juga
sangat suka bepergian, berekreasi ataupun berpetualang. Anak Tunggal memiliki
kesamaan dengan anak pertama yakni tidak suka berbuat ulah (cinta akan
perdamaian). Kecenderungan si Anak Tunggal lebih suka kepada lawan jenis yang
berwajah dan bersikap dewasa.
Anak
tunggal menurut penelitian Psikolog kurang cocok dengan anak tengah, akan
banyak konflik terjadi karena banyak perbedaan. Menurut pengamatan dan
penelitian saya, anak tunggal kurang suka dengan tipe yang pecicilan (biasanya
bungsu) dia lebih suka yang bersikap dewasa dan serius seperti anak Pertama
(umumnya).
B. Anak Sulung
Sifat
dasar anak pertama adalah bijaksana, bersikap lebih dewasa dan memiliki paling
banyak ilmu namun kadang jarang dikeluarkan/diucapkan. Anak Sulung berpikir
lebih kritis (umumnya memiliki daya analisa yang paling kuat). Anak pertama
banyak ilmunya di dalam dirinya namun tidak banyak dikeluarkan oleh ucapan
kecuali oleh teman terdekatnya saja. Sifat baik anak Sulung yang lain adalah
jarang memukul atau tidak usil karena sifatnya agak serius. Sifat buruk anak
Sulung adalah paling perhitungan, paling pelit, dan sangat pemilih dalam urusan
jodoh dari pada anak-anak yang lain (pada umumnya), dan biasanya sangat
mengharapkan sekali pasangan yang ganteng atau yang cantik, ataupun mapan dan
berduit.
C. Anak Tengah
Anak
Tengah memiliki sifat dasar lebih bebas, Pemberani, Percaya diri tinggi dan
lebih mudah berekspresi dalam perkataan dan tindakan (Mudah berkomentar, dan
sangat luwes dalam gerakan). Sifat baik anak Tengah adalah sangat ramah dan
mudah bergaul atau menyesuaikan diri dengan orang lain sehingga dengan mudah
disukai banyak orang, disamping itu memiliki jiwa seni lebih tinggi daripada
anak yang lain (Seniman). Sifat kurang baiknya adalah mudah emosi, gampang
tersinggung, suka membuat ulah/gara-gara namun mudah merasa iba, ringan tangan,
mudah untuk bentrok/cekcok dengan orang lain karena anak tengah umumnya gak mau
kalah (pengen menang) Anak Tengah paling pemberani diantara yang lain (Bernyali
besar). Biasanya Anak Tengah paling mudah berkomunikasi atau akrab juga dengan
anak tengah tapi juga gampang konflik juga dengan anak tengah itu sendiri.
D. Anak Bungsu
Anak
bungsu memiliki sifat Fun (menyenangkan) dan manja (kolokan) dikarenakan sudah
mempunyai kakak-kakak diatasnya jadi merasa menggantungkan dengan kakaknya atau
orang tuanya (pada umumnya tapi tidak mesti). Anak Bungsu kurang cocok untuk
jadi seorang pemimpin karena kurang tegas (tidak semuanya). Kebaikan anak
Bungsu ini umumnya berbadan paling sehat, jarang mengalami sakit apalagi yang
berat-berat, dan biasanya paling awet muda diantara anak-anak yang lain (baby
face). Sifat buruk dari anak Bungsu adalah ini paling gampang dalam
mengeluarkan duit (boros) dan kurang suka menabung karena kurang suka
perhitungan.
Mengetahui Karakter Anak Sulung
Lahir
pertama dan menjadi limpahan perhatian dan kasih sayang, Si Sulung juga ibarat
“proyek experimental” ayah-bunda. Maklum, anak pertama dan orangtua masih
miskin pengalaman.
Dalam
pengasuhan anak yang jumlahnya lebih dari satu, tidak ada orangtua yang
konsisten memperlakukan anaknya persis sama. Secara instink mereka
cenderung membedakan anak berdasarkan urutan kelahiran. Misalnya, orangtua
memberi tanggung jawab lebih besar kepada anak sulung karena dianggap
lebih tua, lebih kuat, dan lebih berpengalaman. Mereka memberi lebih banyak
kelonggaran kepada anak bungsu karena dianggap paling muda, paling lemah,
karena itu harus dilindungi.
Psikolog Dr Kevin Leman dalam bukunya “The Birth Order Book; Why You Are The Way You Are,” membagi dua tipe anak sulung. Meski sama-sama suka mengontrol dan mengendalikan, sulung tipe pertama melakukannya dengan gaya mengasuh yang lemah lembut. Sedangkan sulung tipe kedua adalah penggerak yang agresif, cenderung memaksa orang-orang di sekitarnya.
Karakteristik Si Sulung
- Pemimpin alamiah, kebanyakan berbakat menjadi politisi, direktur , atau juru bicara perusahaan.
- Bercita-cita tinggi, bisa menyusun target dan mencapainya.
- Suka pilih-pilih
- Akurat, menaruh perhatian pada detail dan ingin selalu sempurna saat bekerja.
- Terorganisir dan kompeten
- Tepat waktu
- Ingin selalu merasa terkendali, kurang suka kejutan.
- Suasana hati gampang berubah
- Kurang sensitif.
- Sulit menerima kata ‘tidak”
- Memiliki kemampuan mengintimidasi
- Kadang-kadang terkesan serba tahu.
- Cenderung bossy, dan merasa dirinya selalu benar.
- Bertanggung jawab dan menjaga peraturan
- Jika merasa ditolak, bentuk protesnya adalah melanggar peraturan
- Selalu berusaha menyenangkan orang lain, khususnya ayah-ibu. Sebisanya tidak akan berkata “tidak” atau tidak setuju karena tidak mau mencari gara-gara.
- Kurang bisa mendelegasikan tugas karena ingin yakin segalanya dikerjakan dengan benar.
Idealnya,
pola asuh terhadap anak sulung, tengah dan bungsu tidak dibeda-bedakan.
Orangtua harus memberi limpahan perhatian dan kasih sayang yang sama
porsinya kepada mereka. Begitu juga peluang, harapan dan
ambisi, tidak boleh ditujukan kepada anak semata-mata berdasarkan urutan
lahirnya, melainkan harus melihat potensi, bakat dan minat masing-masing anak
Langganan:
Postingan (Atom)