Rabu, 01 Oktober 2014

Menanamkan sikap mandiri pada anak

Sikap mandiri perlu ditanamkan pada anak sedini mungkin. Bila anak mandiri, hal ini tentunya akan membuat anak merasa lebih percaya diri dan pandai dalam melakukan banyak hal. Hanya saja, satu kendala yang banyak dihadapi orang tua ketika mengajarkan kemandirian pada anak yakni kesabaran. Kebanyakan orang tua kerapkali tidak sabar dalam menghadapi anak untuk mandiri. Terbatasnya kemampuan anak membuat orang tua tanpa sadar kembali membantu anak untuk melakukan segala hal. Pada akhirnya anak menjadi terbiasa untuk ‘dilayani’ dan menjadi bergantung pada orangtuanya.
Pada dasarnya, orangtua bisa mengajarkan kepada anak bagaimana melakukan segala sesuatunya sendiri dan mandiri melakukan hal-hal yang mudah dalam kehidupannya. Tak perlu terburu-buru dengan mengharapkan anak dapat dengan kilat berubah menjadi seorang anak yang mandiri. Sebab segala sesuatunya membutuhkan proses dan perjuangan yang cukup panjang.

Berikut ini ada beberapa cara yang dapat diterapkan oleh para orangtua dalam mendidik anaknya agar menjadi seseorang yang mandiri dimulai dengan melakukan kebiasaan sehari-harinya.

1. Ajarkan Anak Untuk Meletakan Barang Pada Tempatnya
Hal pertama dalam mengajarkan kemandirian pada anak bisa anda lakukan dengan mengajarkan anak untuk menaruh kembali segala sesuatu yang diambilnya untuk dikembalikan pada tempatnya. Misalkan, merapihkan kembali dan meletakan dilemari buku-buku yang telah ia baca. Jangan biarkan anak membiarkan buku-buku tersebut berserakan dan tidak disusun kembali. Nah, untuk itu maka ada baiknya jika anda menyediakan rak buku kecil yang mudah dijangkau anak agar ketika anda memberikan perintah, tidak ada alasan 'rak buku yang sulit digapai' atau alasan lain yang membuat anak menolaknya. Selain itu, bersabarlah di awal-awal anak mungkin akan menolak perintah orang tua, namun jika anda tegas dan bersabar, maka lambat laun anak akan memahaminya.
2. Mintalah Anak Untuk Membiasakan Merapihkan Tempat Tidur Sendiri
Setiap pagi setelah anak bangun pagi, mintalah anak untuk merapihkan kamar tidurnya sendiri, seperti melipat selimut dan merapihkan bantal-bantalnya. Tak perlu berlama-lama cukup 10 menit saja. Hal ini dimaksudkan sebagai latihan agar anak bisa merapihkan kamar tidurnya sendiri. Sebagai langkah awal, orangtua bisa terlebih dahulu memberikan contoh melipat selimut dan pastikan jika anak anda menyimaknya dengan seksama dan lambat laun mintalah mereka merapihkan kamarnya setiap sehabis digunakan.
3. Ajari Anak Untuk Makan Sendiri
Seiring berjalannya usia, ketika anda merasa anak sudah dapat melakukan sesuatu sendiri, maka mintalah mereka melakukannya sendiri dengan tetap dibawah pengawasan orang tua. Tidak terkecuali dengan masalah makan dan minum. Saat anak sudah cukup usia dan sudah mampu makan dan minum sendiri biarkan mereka mencoba melakukannya sendiri. Setelah anda merasa mereka bisa melakukannya sendiri dengan baik, maka biarkan mereka makan dan minum dengan sendirinya. Hal ini akan mengajarkan anak untuk mandiri dalam makan dan minum.
4. Mempersiapkan Diri Sebelum Pergi ke Sekolah
Biasanya para orangtua akan merasa tidak tega melihat anaknya bangun lebih pagi dan menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Namun, tahukah anda jika anda terus membiarkan si kecil bangun dengan mudah dan langsung dihadapkan pada sarapan tanpa ia mengetahui persiapannya saat pergi ke sekolah, maka suatu hari nanti ketika mereka jauh dari anda. Hal ini akan membuat anak menjadi semakin menderita, sebab mereka sudah tergantung dengan orangtuanya. Nah, untuk itulah libatkan anak ketika mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah, seperti mengenakan sendiri sepatu dan bajunya yang sudah anda persiapkan. Dengan begini anak akan tahu semua persiapan paginya sebelum ia pergi ke sekolah.
Nah, itulah dia beberapa cara yang bisa anda terapkan kepada anak untuk melatih anak menjadi lebih mandiri. Selain melatih kemandiriannya, cara-cara diatas dapat pula membangun dan melatih kedisiplinan serta rasa tanggung jawab anak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar